Photo : ist.net
Radar Sriwijaya – Jika sedang turun hujan terlebih disertai dengan gemuruh petir sebaiknya tidak bermain dihalaman luas atau berada diluar rumah, karena hal tersebut akan berbahaya dan bisa menjadi sasaran sambaran petir.
Seperti peristiwa yang terjadi berikut ini. Sebanyak 10 anak dilaporkan tewas tersambar petir, setelah mereka tengah bermain sepak bola di kota Arua, Uganda.
Sekelompok anak itu tengah berteduh di gubuk yang ditumbuhi rumput ketika petir menyambar mereka, dilaporkan The Sun Jumat (28/8/2020).
Sembilan dari 10 anak, berusia 13-15 tahun, tewas seketika setelah tersambar petir.
Sementara yang lain meninggal ketika dibawa ke rumah sakit.
Sementara tiga anak lain yang berhasil selamat mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat setelah menderia luka-luka.
Juru bicara kepolisian Josephine Angucia menerangkan, anak-anak itu tengah bermain sepak bola di lapangan terbuka saat badai mulai muncul.
Kasus orang yang tewas setelah disambar petir begitu sering terjadi di Uganda, apalagi jika negara itu mulai memasuki musim penghujan.
Dalam beberapa kasus, bahkan ada laporan anak yang kehilangan nyawa karena sambaran petir ketika mereka tengah duduk di meja kelas.
Banyak ruang kelas di negara Afrika Utara itu, terutama di kawasan pedesaan, yang tidak dilengkapi dengan peralatan penangkal petir.
Adapun tragedi yang terjadi di Arua merupakan salah satu yang terburuk sejak 2011, di mana 18 anak tewas di sekolah kawasan barat.
Selain 18 murid sekolah, dalam pekan yang sama pemerintah setempat juga melaporkan ada pria 28 tahun yang meninggal karena penyebab yang sama.
Pada Februari lalu, empat gorila gunung yang masuk dalam kategori terancam punah juga mati tersambar petir di taman nasional.(kompas)