Mimpi Puluhan Tahun Masyarakat Segera Terwujud

Radar Sriwijaya (OKI) – Satu persatu mimpi masyarakat Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai terwujud.

Entah lantaran kebetulan atau memang pemerintah yang cekatan menyelesaikan persoalan warga, faktanya mimpi-mimpi tersebut diraih masyarakat pada zaman kepemimpinan Bupati OKI H Iskandar SE.

Jika sebelumnya daerah transmigrasi mulai tahun 1980 tersebut berharap menikmati aliran listrik mengaliri desa, kini masyarakat yang berada di daerah jalur tersebut sudah dapat menikmati pelayanan penerangan melalui PLN selama 24 jam.

H Iskandar SE Menarik Tiang Pancang

Tidak hanya listrik warga juga sudah dapat menikmati akses jalur darat yang tersambung dari satu jalur dengan jalur yang lainnya.

Mimpi lain yang diharapkan masyarakat menjadi kenyataan adalah adanya jembatan penghubung antara Kabupaten OKI dengan Banyuasin.

Sepertinya, mimpi yang satu ini juga segera terwujud, pasalnya jembatan penghubung  masyarakat Air Sugihan untuk menuju kota palembang melintasi Kabupaten Banyuasin  dengan jarak yang lebih singkat akan segera terwujud.

Padahal, rencana pembangunan jembatan penghubung tersebut sudah ada sejak beberapa tahun lalu namun tidak ada yang berani untuk mengeksekusinya.

Syukuran pemotongan Kambing sebelum pembangunan Jembatan

Hal ini merupakan Kerja nyata seorang wakil rakyat dan bupati yang merakyat, dimana akhirnya mimpi panjang warga air sugihan yang mengidamkan terbangunnya jembatan penghubung antara air sugihan dan muara padang kini terjawab sudah.

Kepastian pembangunan jembatan penghubung Kabupaten OKI dengan Banyuasin tersebut ditandai dengan peresmian pemasangan tiang pancang jembatan oleh bupati OKI H Iskandar SE Didesa Pangkalan Damai Jalur 29  Kecamatan Air Sugihan OKI, Kamis (8/2/2018).

Pembangunan jembatan ini dibiayai oleh pemerintah kabupaten OKI yang bekerjasama dengan perusahaan salah satunya PT OKI Pulp And Paper Milis bersama dengan perusahaan grup sinarmas termasuk perusahaan lain yang berinvestasi di Kabupaten OKI.

Dalam kesempatan tersebut, Kades Pangkalan Damai, Dimyati mengatakan, jembatan penghubung kabupaten OKI dan Banyuasin merupakan impian masyarakat sejak dulu, pasalnya jika jembatan ini selesai dibangun maka akses masyarakat untuk menuju ke palembang akan semakin mudah.

“Ini semua mimpi kami masyarakat air sugihan, sebab saat ini jalur darat dari satu jalur ke jalur yang lainnya sudah terhubung, artinya nanti tidak hanya warga dari jalur 29 tetapi dari semua jalur dapat menggunakannya.”  kata Dimyati.

Pihaknya  juga mengucapkan ribuan  terima kasih kepada bupati dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  yang telah membantu terwujudnya impian berpuluh puluh tahun impian warga.

“Mudah-mudahan dengan pembangunan jembatan ini akan menopang pembangunan dan ekonomi masyarakat akan semakin baik, ini bukan mimpi tetapi kenyataan yang asa didepan mata.” katanya.

Sementara itu Bupati OKI H Iskandar SE mengatakan, awalnya pembangunan jembatan ini dari aspirasi masyarakat  air sugihan melalui Anggota DPRD OKI Budiman yang merupakan anggota dewan dari fraksi PAN yang berasal dari Air Sugihan.

Kemudian usulan tersebut kemudian dibahas bersama dengan perusahaan salah satunya dengan PT OKI Pulp mengingat anggaran pemerintah yang sangat terbatas.

Kepala Dinas PU BM dan Jajaran berphoto bersama

“Saat itu  bupati menyampaikan apa yang bisa dibuat untuk masyarakat, lalu dijawab oleh pak gadang dari oki pulp bahwa apa kira-kira yang bisa dibuat lalu dikatakan jembatan dan disambut dengan baik oleh pihak perusahaan.” Kata Iskandar.

Dirinya berharap, masyarakat agar dapat  mendukung dan jaga keamanan disekitar lokasi sepaya pembangunan dapat terlaksana dengan aman dan lancar.

“Mudah mudahan dalam tiga tahun jembatan ini akan tuntas dan sudah dapat dinikmati masyarakat.” tandasnya.

Iskandar juga memohon doa dari seluruh masyarakat oki agar kerja nyata dapat terus dilanjutkan, sehingga pembangunan secara berkesinambungam dapat terus diwujudkan.

Sementara itu Management PT OKI Pulp H Gadang Hartawan mengatakan, dalam pembangunan jembatan ini pihaknya  bergotong royong dan perusahaan sangat mendukung dan siap untuk mensuport pembangunan jembatan.

“Kita siap untuk mensuportnya.” tukas Gadang.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Ir H M Hapis menjelaskan, secara teknik kembatan tersebut akan dibangun dengan konstruksi rangka baja dengan panjang badan jembatan 260 meter, dan lebar 4,5 meter.

“Kalau kita estimasikan biayanya sekitar 125 miliar, jika uangnya ada tentu dalam dua tahun ebatan tersebut sudah bisa diselesaikan pembangunannya, kita hanya teknisnya saja dan berkoordinasi dengan serta Kabupaten Banyuasin.” ujar Hapis.(den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *