Photo : Ist.
Radarsriwijaya.com, (Lahat).- Berdalih mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), puluhan bahkan diperkirakan ratusan orang kepala desa (kades) Plesiran ke Bali dan Lombok.
Untuk perjalanan dinas yang informasinya selama 10 hari tersebut, masing-masing kepala desa harus membayar Rp. 17 juta sebagai biaya transportasi, konsumsi dan akomodasi yang diakomodir oleh 3 pihak ketiga yang ditunjuk sebagai pelaksana, (travel,red). Anggaran yang dinilai cukup besar tersebut dibiayai dengan menggunakan anggaran dana desa dari masing-masing peserta bimtek.
Para kepala desa tersebut bertolak dari lahat sejak Senin (29/5/2023), menginap satu malam dan bertolak dari Bandara SMB II menuju ke Bandara Ngurahrai Bali.
Pemilihan lokasi Bimtek Di Bali dan Lombok ini dinilai janggal karena aroma Plesiran lebih kental tercium daripada substansi dari kegiatan yang dimaksud.
Apalagi acara bimtek yang hampir rutin dilakukan tiap tahun oleh kades-kades-kades-kades di Lahat ini dirasa percuma, karena setiap pulang dari kegiatan tersebut, tidak ada hasil yang bisa di implementasikan ke desa.
Terkait dengan biaya yang dikeluarkan cukup mahal tersebut, pihak ketiga dari EO Parira, Dahlia yang bertanggung jawab memberangkat Kades dari 9 Kecamatan di Kabupaten Lahat di tanggal 8 Juni nanti mengaku jumlah anggaran tersebut wajar.
“Anggaran 17 juta itu sudah seluruhnya, dari seragam, hotel dan studytour di Bali. Selain itu, kami pun mendatangkan narasumber dari Kapolres, Kajari dan PWI Lahat,” ujarnya melalui via telpon.
Dirinya enggan menanggapi pertanyaan awak media yang mengatakan bahwa kegiatan ini tidak menghasilkan apa apa untuk Kades dan hanya sekedar jalan jalan.
“Kami merangkul semua media di Lahat untuk mengangkat nama ayuk agar dikenal di Kabupaten Lahat,” katanya saat ditanya perihal tersebut diatas.
Untuk anggaran yang dirasa mahal, dirinya menuturkan hal tersebut wajar, mengingat transportasi para Kades disitu semua, tidak ada apa apanya.
“Kami memang merangkul 9 kecamatan di Lahat untuk Bimtek ke Lombok ini, tapi tidak full, karena ada Kades yang tidak mengganggarkan,” tandasnya.
Informasi yang di dapat awak media bahwa yang memberangkatkan Bimtek Kades ke Lombok terbagi dalam tiga pihak yakni Parira, Peraja dan LCC.
“Untuk Peraja dan Lcc sudah berangkat pada hari sabtu, (27/05/23) malam minggu menuju Bandara Sultan Mahumud Badarudin II Pelambang terbang pada hari minggu pagi”,ucap salah satu kedes yang di berangkatkan Peraja yang enggan disebut kan namanya.
Sementara Itu, EO Peraja Dedi saat di konfimasi membenarkan bahwa pihak nya sudah memberangkat beberapa kades untuk ke lombok dalam rangka Bimtek
“Ya benar ada tiga Cv yang sudah melakukan kerjama bimtek dengan beberapa kades di 24 Kecamatan Lahat Kabupeten Lahat”,ucap Dedi.(den/ rilis SMSI Lahat)